
FinancialDNA.id – Karena mereka tidak dibekali ilmu tentang Penanggulangan Krisis. UMKM kita sebenarnya bukan tidak kreatif, bukan tidak inovatif, tapi seringkali tidak siap menghadapi “WAKTU DARURAT” — momen genting ketika keputusan harus diambil cepat untuk menyelamatkan bisnis.
⏰ WAKTU DARURAT itu apa?
Itu adalah masa-masa seperti:
- Cashflow habis dalam 3 minggu ke depan
- Barang tidak laku dan menumpuk di gudang
- Supplier putus kontrak tiba-tiba
- Tim resign beruntun
- Tiba-tiba ditinggal investor/partner
- Tertabrak regulasi atau denda
- Kena Pemeriksaan Pajak
Dalam situasi ini, UMKM yang tidak siap akan panik, diam, atau salah mengambil keputusan, misalnya:
- Potong harga sembarangan
- PHK tanpa strategi
- Tutup toko tanpa mencari peluang baru
Padahal WAKTU DARURAT bukan waktu panik, tapi:
WAKTU EKSEKUSI CEPAT dengan STRATEGI TEPAT.
💡 Solusi Sederhana tapi Penting:
- Punya SOP Darurat → Apa yang dilakukan jika omzet turun 50%?
- Punya Dana Cadangan Minimal 3 Bulan Operasional
- Punya Panel Evaluasi Cepat → Tim kecil yang bisa analisis dan bertindak dalam 48 jam
- Latih Timmu untuk Bekerja di Tengah Tekanan
- Belajar Teknik Manajemen Krisis:
Identifikasi jenis krisis
Skala dampaknya
Opsi-opsi taktis pemulihan
“Tumbuh itu penting, tapi bertahan lebih kritis. Dan yang bisa bertahan adalah mereka yang paham bagaimana menyelamatkan kapal ketika badai datang.”
